Sunday, April 14, 2013

Peri Kecil dan Pangeran Berkacamata

            Kisah ini dimulai saat Pangeran Berkacamata jatuh cinta pada Peri Kecil yang sangat biasa. Awalnya, Peri Kecil tak percaya jika Pangeran Berkacamata mencintainya, namun pangeran mulai menunjukkan cintanya yang tulus. Ia rela melakukan apa saja yang bisa membuat senyum Peri Kecil merekah indah. Peri Kecil pun bahagia mendapati Pangeran Berkacamata menyukainya, menyayanginya, mencintainya.
            Hari demi hari dilewati Peri Kecil dengan Pangeran Berkacamata. Sampai suatu hari, Peri Kecil mendengar sesuatu. Ia mendengar bahwa Pangeran Berkacamata tidak bisa melupakan masa lalunya. Masa lalu yang  mungkin membuat Pangeran Berkacamata lebih bahagia, yang mungkin lebih indah dari sekarang. Mendengar itu semua, Peri Kecil sedikit kecewa, namun Peri Kecil mencoba untuk tegar dan sabar. Ia percaya bahwa Pangeran Berkacamata mencintainya, bukan orang lain.
            Lagi, Peri Kecil mendapati hal lain. Pangeran Berkacamata memberikan sesuatu yang indah kepada masa lalunya, tepat di hari bahagia masa lalunya. Peri Kecil pun iri, ia juga ingin mendapati hal yang sama saat hari bahagianya, namun Pangeran Berkacamata tidak melakukannya.
            Lagi dan lagi, Peri Kecil mengetahui sesuatu, sesuatu yang membuat dirinya tak henti bersedih. Ia mengetahui jika Pangeran Berkacamata masih memanggil masa lalunya dengan sapaan sama seperti ketika mereka—pangeran dan masa lalunya—saling jatuh cinta dahulu. Namun, Peri Kecil tetap sabar. Ia masih percaya pada Pangeran Berkacamata.
            Belum cukup,  Peri Kecil dibuat menangis oleh Pangeran Berkacamata. Peri Kecil tahu jika Pangeran Berkacamata masih peduli dan cemburu mendapati orang lain mendekati masa lalunya. Peri Kecil sedih, ia tak habis pikir kenapa Pangeran Berkacamata melakukan semua itu disaat ia bersama Peri Kecil?
            Bukan hanya itu, satu lagi yang benar-benar membuat  Peri Kecil merasa bodoh. Ia mengetahui jika Pangeran Berkacamata mengatakan kepada masa lalunya jika ia tidak pernah mencintai Peri Kecil, pangeran menuturkan bahwa ia tidak pernah dekat dengat Peri Kecil.
            Sampai-sampai Peri Kecil sudah muak mendengar, melihat, mengetahui ini semua, ia pun ingin bertemu dengan Pangeran Berkacamata. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Pangeran Berkacamata, namun apa yang terjadi?  Pangeran Berkacamata tidak mau bertemu dengan Peri Kecil. 

            “Apakah semua itu belum cukup membuat Peri Kecil sedih, Pangeran?”

            Si Peri Kecil menahan air mata yang ingin keluar, tapi ia tak kuasa lagi. Air mata itu tak hentinya mengalir, mengguyur pipi Peri Kecil yang mungil, setiap malam, setiap hari. Terlintas di benaknya, terngiang masa indahnya bersama Pangeran Berkacamata, namun kenyataan pahit membuatnya berteriak dalam hati.

            Di saat Pangeran Berkacamata bersama Peri Kecil, namun pangeran tidak bisa melupakan masa lalunya. 

            Di saat keduanya tertawa bersama, namun Pangeran Berkacamata masih memikirkan masa lalunya. 

            Di saat Peri Kecil mulai mencintai pangeran, namun hati pangeran masih untuk masa lalunya.

            Sedari dulu, Peri Kecil menyadari bahwa ia memang tak sebaik, tak sesempurna masa lalu Pangeran Berkacamata. Ia tahu ia hanya peri biasa yang tidak ada apa-apanya dibanding yang lain. Ia terlalu biasa, sangat biasa malah. Peri Kecil menyadari bahwa tidak ada orang yang benar-benar mencintainya, Pangeran Berkacamata pun juga tidak mungkin mencintainya. Ia mengerti itu pada akhirnya. Sangat mengerti. 
            Sekarang Peri Kecil tak tahu harus berbuat apa. Sebenarnya, ia ingin kembali seperti dulu bersama Pangeran Berkacamata, namun itu tak mungkin. Peri Kecil tahu, Pangeran Berkacamata pasti sudah tidak mencintainya lagi.
            Sederhana saja, Ia hanya ingin melihat orang yang dicintainya bahagia, walaupun ia harus merelakannya pergi. Peri Kecil mulai menjauhi Pangeran Berkamata, secara pelan-pelan. Namun, hal itu malah membuat Pangeran Berkacamata membenci Peri Kecil. Pangeran Berkacamata bahkan tidak berjuang untuk menemui Peri Kecil. Peri Kecil tahu ini tak semudah yang ia bayangkan. Pada akhirnya pun, Peri Kecil harus berpisah dengan Pangeran Berkacamata. Peri kecil tidak bisa menjangkaunya lagi. 

Hanya ini yang ingin dikatakan Peri Kecil:
“Cinta itu sebuah pengorbanan, namun aku tidak pernah mendapatinya dalam dirimu, Pangeran Berkacamata”

No comments:

Post a Comment